Syekh Dahiru Bauchil Al Tijani: Punya 600 Keturunan



Ulama Nigeria 

Kisah ulama Nigeria yang memiliki 600 keturunan. Dari 600 keturunan tersebut 288 keturunannya adalah penghafal Al Quran yang terdiri dari 77 anak, 199 cucu dan 12 cicit.*

*Namanya Syeikh Dahiru Bauchi al-Tijani. Nama lengkapnya Dr. Dahiru Usman Bauchi. Dahiru lahir tahun Hijrah 1346 setara dengan 28 Juni 1927 (dalam kalender Gregorian).*

Dahiru tinggal di Negara Bagian Kofar Gombe Bauchi, Nigeria. Ia dikenal sebagai seorang pemimpin Tarekat At-Tijjaniyyah. 

Syeikh Dahiru Bauchi Al Tijani memiliki 600 keturunan yang terdiri dari anak sebanyak 95 orang, 406 cucu dan 100 cicit.

Syeikh Dahiru Usman Bauchi adalah seorang cendekiawan dan ulama yang juga dikenal seorang pebisnis  sukses, dan terdaftar di antara para pemimpin Islam terkenal dan orang kaya di Nigeria.

Kekayaan bersih Dahiru Usman Bauchi diperkirakan sekitar N5 Miliar di Naira (setara Rp. 145 Miliar). 

Pria yang memiliki 4 orang istri ini merupakan salah satu dari sedikit orang di Nigeria yang memiliki keluarga besar.

Minat utama Dahiru Usman Bauchi adalah ajaran Islam dan tafsir dia telah membangun banyak masjid Di kota negara bagian Bauchi. 

Saat ini, menurut banyak blog Islami di Nigeria Dahiru Usman Bauchi terdaftar di antara cendekiawan Islam yang berpengaruh dan dia juga termasuk di antara yang terkaya. Ia juga dikenal sikap dermawannya dan memiliki banyak panti asuhan di Nigeria. 

Menurut media lokal, Dahiru bertanggungjawab memberi makan ribuan panti asuhan setiap hari.

Syeikh Dahiru Bauchi al-Tijani memiliki garis keturunan yang mengesankan. *Hal ini karena ia memiliki total 95 anak, 406 cucu, dan 100 cicit.*

Di antara keluarga besar ini, sebanyak *77 anak, 199 cucu, dan 12 cicitnya adalah seorang huffadz, artinya, dari total 600 orang semua keturunnya, separuh mereka adalah penghafal Al-Qur’an.*  

“Beberapa anak saya sudah hafal Al-Qur’an sejak mereka berusia tujuh tahun bahkan sebelum mereka bisa menulis di papan tulis,”* ujarnya.

“Ada empat anak saya yang sudah hafal Al-Qur’an di usia lima tahun, seperti salah satu anak saya di Kaduna. Mereka menghafal tapi tidak menghentikan mereka menulis di papan tulis ketika mereka besar nanti.”*

“Namun, saya tidak tahu apakah di antara anak-anak saya ada yang menulis Al-Quran karena mereka sering pergi ke luar negeri untuk belajar di bidang agama dan ilmu sekuler lainnya.”*

Semua anak, cucu, dan cicit menguasai pengetahuan tentang pendidikan Barat dan Arab.

“Rekor Dunia ini diberikan untuk kearifannya yang fenomenal, superlatif, sensasional, langka, luar biasa, dan fantastis,”* kutip DailyTrust, Nigeria. 

Ulama yang kini berusia 90-an ini menikah dengan putri ulama terkenal abad ke-20, Syeikh Ibrahim Niasse.

Menurut online Hausa, istrinya yang sering dikutip adalah Sayyida Rahama Niasse. Dia menikah untuk pertama kalinya tahun 1948 ketika saat masih berusia 20 tahun. 

Syeikh Baba Laminu Niasse dari Kaolack, Senegal, meresmikan pernikahannya di Masjid Ibrahim Niasse, Senegal.

Menurut media Nigeria, opera.news, Syeikh Dahiru Bauchi al- al-Tijani adalah pemimpin tarekat At-Tijaniyah dan cendekiawan paling berpengaruh di Dunia Hausa-Fulani saat Ini.

“Saya Fulani melalui ibu dan ayah saya. Keempat kakek nenek saya adalah Fulani,”* ujarnya dikutip BBC. 

“Nama ibuku Maryam putri Hardo Sulaiman. Nama ayahku Alhaji Usman putra Alhaji Adam.”*

Keseharian Syeikh Dahiru Bauchi dikenal sebagai seorang pakar tafsir Al-Quran yang menginspirasi jutaan Muslim, khususnya dalam sejarah Afrika. Selain itu Ia juga menguasai bidang tafsir.

*“Saya ahli di bidang itu. Saya memiliki pengetahuan dalam aspek-aspek lain dalam teologi Islam, seperti hadits, lugha (kosakata bahasa Arab), li’irabi (tata bahasa Arab), tasrifi (morfologi Arab), fikih (hukum Islam),”* ungkapnya di sebua media lokal Nigeria.

Sampai hari ini, dia dikenal seorang guru yang mendedikasikan hidupnya untuk mengajarkan Al-Qur’an.

Selain disiplin itu, Ia dikenal sebagai *“bapak spiritual”* dari gerakan dialog antarbudaya-antaragama di Nigeria. 

Ia bahkan pernah kehilangan putra pertamanya, dalam suatu kecelakaan, saat perjalanan pulang dari acara dialog antaragama.

Dirinya dianggap mewakili pendekatan baru dalam dunia pendidikan, spiritualitas, dan koeksistensi damai di negara yang beragam seperti Nigeria. [disway kontenislam)

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama