Ngaji Bareng Ummi Heni Handayani: Hedonic Treadmill










Ed. Pipiet Senja 

Sebagian dari buku Hedonic Treadmill.

Tema yang disampaikan Ustadah kami kali ini adalah: Hedonic Treadmill.

Saya langsung tertarik, mengira tentang kesehatan jantung.

Oya, beberapa bulan ini saya ikut kajian bersama komunitas Emak Ojol Sukmajaya, Depok.

Diajak oleh Sri Rokhmatun, Mak Ojol yang antar jemput cucuku, Athena.

Pengajian diadakan di rumah Ummi Heni di GDC. Dua pekan sebelumnya mengambil tema tentang An Nas. Kali ini disertakan surah Al Kafirun.

Hedonic Treadmill intinya adalah;

Sudah memiliki apa yang kamu inginkan, tapi masih terasa tak cukup dan belum bahagia. Bisa jadi kamu mengalami hedonic treadmill.

Tak jarang, pada awalnya kamu berharap untuk dapat bekerja dan memiliki gaji tertentu agar bisa lebih bahagia. Ketika hal tersebut tercapai, kamu tetap saja merasa ada yang kurang dan perlu dikejar.

Pada akhirnya, kamu tidak bisa benar-benar bahagia dan puas dengan apa yang kamu capai selama ini.

Apabila diartikan tiap katanya, hedonic berarti kegiatan bersenang-senang, atau mencari bahagia. Sedangkan treadmill adalah alat fitness yang sering digunakan untuk olahraga lari di tempat.

Bisa diartikan bahwa hedonic treadmill adalah sebuah tendensi level emosi kebahagiaan seseorang yang cenderung kembali ke asal, tidak berubah, tetap atau berada di tempat meskipun mencapai kesuksesan.

Pada intinya, hedonic treadmill adalah orang yang berlari dan mengejar sesuatu namun tetap berada di tempat.

Banyak sekali orang yang terjerumus dan meyakini bahwa meningkatkan standar hidup dari hari ke hari akan semakin meningkatkan rasa bahagia mereka. 

Pada kenyataanya, hal tersebut hanyalah kebahagiaan semu, dan membuat kita tidak kemana-mana. 

Perasaan ini terjadi karena kamu merasa akan lebih senang atau bahagia jika memiliki sesuatu. 

Biasanya, saat kamu melihat apa yang dimiliki orang lain, apa yang dicapai orang lain, kamu akan terpacu juga untuk memiliki atau mencapainya.

Kamu kemudian berpikiran bahwa jika kamu memiliki sesuatu, mencapai suatu titik, kamu akan bisa lebih menikmati hidup.

Namun, kala kamu berada di titik tersebut, kamu tetap tidak bisa memaknai hidupmu. Kamu tetap merasa kurang dan perlu mencapai atau memiliki hal baru lainnya.

Agar Terlepas dari Hedonic Treadmill

1. Cara pertama agar kamu bisa terlepas dari jeratan hedonic treadmill adalah kamu harus menyadari bahwa kamu memang sedang terjebak.

Setelah kamu menyadari ini, maka kamu akan merefleksi diri, bahwa apa yang kamu miliki dengan dalih mendapat kebahagiaan ternyata hanya semu belaka.

Dengan begitu, kamu akan lebih mempertimbangkan ketika akan memiliki sesuatu, lebih bersyukur ketika mendapatkan sesuatu. 

2. Tentukan tujuan keuanganmu.

Selain secara psikologis, hedonic treadmill juga dipengaruhi oleh kondisi finansial. Sangat banyak yang ketika penghasilan bertambah, tetap saja tidak memiliki tabungan. 

Untuk itu, kamu perlu lebih memperhitungkan pengeluaranmu dan menentukan tujuan keuanganmu.

Dengan begitu, kamu akan meminimalisasi semua hal yang tidak memberikan nilai lebih.

3. Perbanyak interaksi sosial.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah kamu perlu memperbanyak interaksi sosial dengan sekitar. Temukan lingkungan baru yang bisa memberikan hal positif.

Interaksi sosial tersebut juga dapat membuatmu lebih bersyukur dengan apa yang kamu miliki. Kamu akan menemukan mereka yang dapat bahagia dengan hidup sederhana. 

4. Praktikkan mindfulness.

Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah mempraktikkan mindfullness. Mindfullness sendiri  adalah keadaan mental di mana kamu sepenuhnya sadar akan apa yang terjadi, apa yang sebenarnya diri kamu inginkan, juga mengakui dan menerima perasaan dan pikiran yang dimiliki.

Intinya, kamu dapat menemukan arti lebih dari apa yang ada di sekitarmu. Mempraktikkan mindfullness juga dapat membuatmu lebih segar dan rileks

5. Terapkan gaya hidup minimalis.

Selain mindfullness, gaya hidup minimalis membuatmu untuk dapat memaksimalkan hal-hal yang kamu miliki. Ini berarti, kamu dipaksa untuk memiliki barang sesedikit mungkin, namun memiliki fungsi yang dapat memenuhi berbagai keperluan.

Dengan begitu, kamu akan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, dan terlepas dari jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill menjadi penghalang bagi seseorang untuk hidup lebih baik. Padahal, setiap orang butuh dan harus berkembang. Setiap individu akan melangkah maju dan menjadi pribadi yang berbeda setiap harinya.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama