Pekerjaan di KTP: Kenapa Ikut Suami?



Pipiet Senja 

Urusan perubahan pekerjaan di KTP. Ini dengan perjuangan juga.

Saat diundang ke Mesir, daku baru menyadari. Ternyata di KTP 

kolom pekerjaan: Ikut Suami.

Hadeeeh, kapan pernah gw ikut ikutan Suami? Kerjaku di rumah saja; tukang masak, tukang cuci, tukang nulis deelel.

Pergilah daku ke Kelurahan dengan semangat senimanlah.

Saat kuminta perubahan di Kelurahan, terjadilah dialog sbb:

"Tolong ganti yĆ  Mbak. Pekerjaan saya penulis," pintaku dengan pedenya. 

"Ooh, juru tulis ya," sahut pegawai perempuan dengan bedak menor. "Juru tulis di mana tuh?"

"Haiiiish, bukan, juru tulis. Pengarang, ya Mbak, pengarang," tukasku tegas.

"Oooh, tukang mengkhayal toh?" ujarnya dengan entengnya, di kupingku terdengar tak nyaman banget. 

Beberapa jenak aku garuk-garuk jilbab yang tak gatal.

Tiba-tiba tuiiing!

"Tulis saja: Seniman, ya Mbak. Seniman," kataku sambil nyelipin duit ke tangannya.

Eng ing eng.... beres deh hingga kini. Pekerjaan: Seniman.

Ingat, bukan ikutan Suami yeeeeh. Lagian gw mah gak punya laki lagi kaleeee...

Merdekaaaa!

#LansiaJanda

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama