Serunya Lesehan Literasi Bersama SatuPena Kabupaten Semarang









Pipiet Senja

Pukul.10.00.

Kendaraan yang disopiri oleh putriku sudah sampai di kota Semarang. Kuhubungi Tirta

Nursari dan Sri Rahayu Wilujeng.

“Waaaah, cepat sekali Teteh!” seru Tirta.”Sudah sampai mana nih?”

“Ini jalan Anu….”

“Silakan ikuti saja lokasinya, dipindai barcode undangannya, ya Teh. Segera saya nyusul ke lokasi.”

Butet malah mengikuti Map jalan Kauman. Ternyata di Semarang banyak jalan Kauman.

Sempat nyasar, hehe.

Lagipula keluar dari tol Kali Kangkung, jadi lebih jauh jaraknya ke lokasi. Seharusnya keluar tol Bawen.

“Masih ada waktu kejar Jumatan,” ujar putriku kepada sang sopir ganteng yang suka kuleledek: Oppaaaaa!

Ceritanya sampailah kami di kafe Kebon, kawasan kaki gunung Ungaran. Hawa segar dan sejuk sekali, mengingatkanku ke kampung halaman, Sumedang.

Tirta menyambut kami dengan ramahnya, khas wong Njawani. Kami ditempatkan di kamar yang nyaman. Dikelilingi taman dengan pot-pot bunga yang resik, menambah suasana segar, damai.

Ditraktir makan siang pasustri bahagia; Sri Rahayu Wilujeng dan suami. “Syukuran, Teteh. Mas diumrohkan Agustus nanti, bersama rombongan penghafal Al Quran,” ujarnya dengan senyum sumringah.

Lesehan dimulai pukul 14.30, menanti sahabat yang sudah janji bergabung.

Tirta Nursari moderator, mengawali dengan perkenalan dan sekilas catatan jejak Literasi saya. Lesehan berlangsung akrab, canda, tawa saat saya memaparkan proses kreatif; sesi meneror Editor Majalah Aktuil.

Ada juga kisah inspiratif seorang Tirta yang memiliki anak istimewa.

Sesi dialog interaktif, eeeeh, ternyata ada jurnalis seangkatan saya. Bambang Is Wirya mengaku telah mengikuti jejak Literasi saya sejak 1975.

Bagi saya ini sangat mengharukan dan sesuatu sekali. Bayangkan saja, ia melihat penampilan saya zaman baheula; celana jins belel, kemeja kedombrangan dan rambut trondol. Alamaaak.

Harapan saya semoga semakin banyak berlahiran penulis andal dan mumpuni dari sini. Silakan lanjutkan silaturahim kita melalui WAG. Targetnya menerbitkan buku karya bersama,” demikian pesan saya menjelang senja itu.

Oya, ada sesi serunya saat Athena Qania baca puisi karyanya sendiri dalam bahasa Inggris. Pede dan santai saja anak 10 tahun ini baca puisinya

Terima kasih, ya Bestie!

Ungaran, 30 Juni 2023

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama