Obrolan Petang: Mendadak Heboh Jantung Error



Pipiet Senja

Obrolan ini terjadi petang, 12 Juli 2023. Bukan cerita masa silam, ya Bestie.

Baru usai transfusi di Klinik Thallasemia RS Sukanto. Mendadak WAG keluarga rame. Sebelumnya senyap bagai di kuburan. Maklum, dua bersaudara yaitu; si sulung ini dan adik ketiga lagi fokus pengobatan.

Adikku di RS Cikarang pasang ring jantung kedua kali. Aku transfusi rutin sebulan sekali.

Begini obrolannya.

“Sepertinya sakit jantung ini karena gen.

Dari omah kali ya?” kata adik di Subang.

“Kan gen Omah jantung,” si bungsu komentar. “Mang Didih, Uwa Anah asma jantung.

Uwa Ujang gendut suka sesak kalau ngomong.”

“Jadi Teteh mah Kardiomegali jantung bengkak akibat sering transfusi. Bukan keturunan.” Demikian awal aku ikut nimbrung.

”Macam macam  error jantungnya karena apa?

Ada akibat tensi tinggi terus dan DM.”

Tukas adik ketiga:”Itu teorinya saja.”

Kubilang:”Thallasemianya genetik ti Eni Raden Rukmini, limpana sama bengkak.

Tapi 70 tahun umurnya kereeeenlah,” hiburku.

“Realitanya kita yg tahu persis latar belakangnya,” ujar adik di Subang lagi.

“Mungkin ada sedikit kesamaan yang diderita di antara keluarga.”

“Laaaah kan memang ilmu harus ada teori pencerahan.

Jantung bermasalah terjadi dengan sendirinya, ada sebab akibat.”

“Di keluarga kita genetik Thallasemia sudah diskrining dulu. Semua diperiksa saat teteh ditemukan Thallasemia, 1969.

Yang pembawa 3 orang; Teteh, Eri dan Emi.”

“Eri pernah transfusi dulu, tapi tidak lanjut pengobatan. Keburu pabaliut rumah tangga.

Emi gak percaya kan. Baru diketahui setelah jantung error. Akibat HB nya rendah terus pasti kena jantung,” begitu kataku.

Si bungsu berkisah: “Tahun1991 dicek hb elektrosis, hasilna belum tampak thalasemia. Konsul dokter rshs, diceritakan ada yang thalasemia makana disuruh cek lab.

Nah yang bikin udh bikin curiga lagi hamil Ijal, di periksa hb 10….. Rada degdegan, pasti thalasemia, ngan teu ribut.

Th 2016 tiba2 gusi berdarah, trus besokna mimisan. Keburu sakit kena herpes, ke dokter bilang sok pusing cerita ada yg thalasemia di rujuk ka rshs, cek lab kapanggih tah thalasemia. Sebelumnya jantung yang kena sampai masuk IGD.”

Iya kaaaan….Jantung error itu karena sering rendah HB. Tara diobati tea.

Cek Thallasemia harus skrining Thallasemia. Bukan hanya cek elektronik, begitu tukasku.

Begini. Maksud Teteh, kita boleh waspada dengan jantung agar tidak sampai parah. Seperti mendadak harus operasi, harus diring dlsbnya. Tapi tidak perlu paranoid bahwa error Jantung karena gen. Kasihanilah anak cucu kita, bagaimana galau mereka.

Ada saja kan karakter cucu, misalnya menyalahkan kita karena mewariskan Jantung error.

Clear cas aaaaargh!

Psssst, keur nahan kanyeri yeuh. Suku ngadadak keram, hadeeeh!

Telapak kaki duanana…..Ya Allah, aya aya wae.

Obrolan berhenti. Senyap.

Eng ing eng!

Note: Alhamdulillah, ada yang borong buku Dalam Semesta Cinta. Terima kasih sahabat perjuangan, Wati Salam, Ina, Nuyang dan Sri Rahayu Wilujeng titip kasih kalian; sangat bermanfaat untuk Manini. Semoga pahala Surga dan rezeki kalian berlimpah barokah. Al Fatihah.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama