Seniman Itu Ramah dan Rendah Hati











Pipiet Senja

Ceritanya satu hari, saya bergabung di acara ultah Sastra Reboan secara tak sengaja. Usai mengajukan agenda Bedah Buku Ikhtisas kepada Dini. Diajak ke lantai 4, PDS HB Jassin oleh kaki-kakiku sendiri.

Eeeh, ternyata ada sosok-sosok seniman, penyair yang kukenal di masa silam.

"Bang Saut Poltak, apa kabar?" sapaku sok akrab sajalah.

"Baik, tapi kamu siapa?" 

"Aku adikmulah, Bang.... Pipiet Senja, dulu Abang sering bantu urusan honorku di Kartini, Sarinah," celotehku seketika mengenang kembali segala kebaikannya dulu.

Iyalah, pastinya dia takkan mengenali saya. Dulu belum berhijab, penampilan seperti seniman milenial, hehe. Jins belel dengan kemeja kedombramgan.

Sebelum masuk ruangan, saya mencermati para seniman di sekitar meja snack.

Fanny Jonathans banyak memberi informasi yang sangat bermanfaat.

"Nah, itu Jodhi, sebelahnya Anu, Anu, dan lain sebagainya...."

Berbekal pede seniman LaƱsia itulah, saya memasuki ruangan dan menikmati penampilan para penyair.

Terhalang dua kursi tampaklah Rahmat Sas, senior di debelah Saut Poltak. Sebelahnya ada Jose Rizal Manua, KEF, eeeh, Kurnia Effendi. Novelis yang dikagumi putriku, Butet. Sebelahnya lagi ada dosen UI, Maman S Mahayana.

Saya salami mereka satu demi satu. Semua terkesan ramah, santun dan menghargai. Mujurlah, mereka mengenal namaku agaknya. Maklum karya saya terbilang buanyaaaak.

Sampailah saya di sebelah Jose Rizal Manua.

"Dulu saya sering nongkrong di TIM, sekitar tahun 78 an. Teman seangkatan saya sudah banyak yang pergi," entah mengapa mendadak curhatan begitu.

"Saya alumni IKJ," ujarnya.

"Oya, kenal Eddy D Iskandar dong?"

"Ya, seangkatan saya...."

"Waduh, kalau begitu anda senior saya," sambung saya."Maaf.... Anda kelahiran tahun berapa, ya?"

"Eh, 1953...."

Syeeeet dah, semula saya sangka Jose yuniorku. Belakangan saya tahu dari Lastri Fardhani, bahwa anaknya berguru teater kepada Jose. 

Baru tahu pula dari Sastri Bakry. Ternyata Jose sutradara handal Indonesia.

Seniman serba bisa, penyair, penulis skenario, pemain teater dan film, sutradara film Nasional.

Namun, lihatlah!

Sosoknya sangat bersahaja, ramah dan menghargai sesama seniman.

Oya, film terbarunya akan tayang yaitu; Ondeh Mande.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama