Catatan Cinta Bedah Buku Ikhtisas










Pipiet Senja

Usai sudah gelaran Bedah Buku Kembara Penyair Ikhtisas sekitar pukul 17.00.

Ada foto-foto bareng hadirin dan para sastrawan hebat yang dimiliki Indonesia.

Dua pembahas karya Helvy Tiana Rosa dan Abang Patdeli. Masing-masing menyampaikan opini yang cerdas, bijak dan memukau. Maklum, keduanya anggota Mastera, Dosen bergelar Doktor pula.

Dilanjutkan dengan rangkaian baca puisi.

Penampilan Sutardji Calzoum Bahri, dahsyaaaat!

Suara masih menggelegar, ditingkahi tiupan harmonika dengan bait-bait pukau, pisau memukau khas ala Presiden Penyair Indonesia.

Bravo Bang!

Demikian pula penampilan Jose Rizal Manua: cetar membahana dengan puisi perlawanannya.

Abang Patdeli tak ketinggalan dengan puisi gaya serumpun Melayu nan elok.

Boyke Sulaeman deklamasikan puisi Amir Hamzah.

Octavianus Masheka tak kurang kereeeen!

Eeeeh, ndilalah, menyeliplah cucuku Athena Qania, 10 tahun. Membawakan puisi bahasa Inggris; Komodo The Legend Indonesia. 

Kùtahu persis, Athena hanya latihan dua hari saja pasca ulangan Akhir Semester. 

Tampak tak ada gugup, hepi dan santai saja naik ke podium.

Jreng, jreeeeng, jreeeeng!

Dato Hashim Yacoob pun tak disangka berkenan bacakan puisi saya;  Bapak Hanya Mewariskan: Takbir

Satu lagi puisi Athena Qania; Seribu Mimpi Ingin Kumiliki.

Sekelumit chattan dengan Sastri Bakry.

Di Alia nih Uni.

Katanya kan mau ajak makan malam ya.

"Hanya ada 4 orang," kata Armaidi.

Ini yang mau makan malam;

Saya 

Athena

Dato

Armaidi

Uni Sas

Abang Patdeli

Eh, Mira dll ke mana ya?

Panitia Jakarta kan memang hanya teteh.

Tadi adik saya dan anaknya minta balik karena besok ada bazaar sejak pagi.

"Hehe teteh. Jelas-jelas saya dkk masih di lokasi. Nunggu Dato, katanya mau shalat di lt 5. Teteh main bawa Dato aja," chatt Sastri Bakry di WA.

"Saya lihat gak ada siapa-siapa lagi di lobi itu. Kemudian lihat Dato jalan sendiri dengan langkah tertatih pelan. 

Qania bilang," Manini, itu kasihan kakek-kakek sendirian. Temani dia, hayoooo!"

"Dengan asumsi nanti Uni dkk juga akan ke Alia yawislah.... dituntun Qania lah daku, ngekor Dato menuju penginapannya."

Ternyata Qania keliru. Lah wong Dato kemudian langkahnya gagah perkasa menuju Alia. Hehe.

Nah, inilah janji teteh Catatan Cinta Memberasamai Dato dan Abang.

Sampai jumpa di kesempatan lain di jagat Literasi.

Taman Ismail Marzuki, 16  Juni 2023

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama