Terima Kasih Dokter Prita dan Suster Yanti



Pipiet Senja 

Sejak minggu silam batuk itu mulai menyerang. Setiap kali batuk akan disertai; uhuk uhuk preeet.

“Manini, ini sampai ada 16 sudah Qania hitung,” komentar cucuku saat bantu menilap baju bersih.

Sebenarnya sejak kemarin. Sudah niat untuk pergi ke UGD RSUI.

“Emamg berani Manini sendirian masuk UGD?” tanya Qania ketika kuberi tahu rencanakan.

“Beranilah kan sudah sering.begitu sendirian setor muka ke dokter.”

Kulihat wajahnya langung mendung.

“Mànini tega, iiih!” Gumamnya sambil ngeloyor ke kamarnya.

Batal. Satu hari pun berlalu.

Hari ini akhirnya nekad mau ke UGD RSUI sendirian. Cucuku biar kutitipkan ke Mbak Sri. Sesaknya yang tak tahan!

Baru teringat belum curhatan dengan sahabatku, dokter Prita RS JIH.

“Untuk batuknya sementara buah pir kuning…”

Luar biasa dokter satu ini. Di tengah kesibukannya masih sempat menuliskan resep alami.

Buah pir kuning :

Cuci bersih

Belah 2

Tengahnya yang pas biji dikeruk

Masukkan sepotong jahe ke dlm lubang kerukan

Kukus sampai empuk. Angkat

Setelah hangat, daging buahnya dimakan. Bisa juga ditambah madu

Belahnya melintang, jangan membujur. Ada banyak video ttg ini. Saya sudah nyoba 3x

“Nanti ada perawat yang akan datang ke rumah.”

Dikirimkannya Suster Yanti untuk pasang inhalasi dan cek darah.

Rasanya plooòong setelah dipasang inhalasi.

Tensi pun membaik 142/77.

Asalnya sampai 220/100. Beruntunglah tak sampai stroke.

Ya Robbana banyak berzikir, jangan sampai dijemput dulu.

Tak terbayang bagaimana hebohnya Qania, jika mendadak lihat Manini tak ada napasnya.

Terima kasih dokter Prita, Suster Yanti dan si kecil Azka. Pahala surga untuk Anda berdua.

Semoga berlimpah rezeki dan barokah.


0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama