Masa Pemulihan: Mencari Mahad Askar Kauny


Memasuki ruang operasi kali ini, aku merasa santai dan damai saja. Mungkin karena ini bukan pertama kalinya. Ruang operasi sebelumnya bagiku bagaikan hendak: memasuki sudut antara hidup dengan mati.

Ya, kali ini sudah main ikhlas sejak awal, begitu diputuskan Operasinya oleh dokter Ortopedi.
Meskipun semalam harus diopname, tak ada yang menemaniku. Pokoknya tabah sampai waktuku, eeeeh....

Anehnya, justru saat-saat pemulihan aku mengalami kesakitan, ilusi sepertinya mendadak membalun jiwaku.

Bahkan mimpi buruk pun bukan hanya sekali saja, melainkan dua kali, masih kuingat jelas.

Pertama mimpiku dikejar-kejar siluman ular naga. Makhluk berupa naga itu seperti hendak memakanku. Aku berlari, seperti melayang-layang terbang. Hilang di puncak gunung entah apalah. Terbangun dengan sesak dan nyeri dada kiri.

Mimpi kedua serasa dikejar gajah raksasa. Aku pun berlari menyeberang sungai, lautan, gunung. Ingin minta tolong, lidahku kelu. Lanjut Mimpi aneh lainnya.... Ya Allah, dimanakah Engkau?

Ajaibnya, tiap kali nyaris menyerah seketika ada suara yang menyuruhku agar; bacalah Ayat Kursi!
Aku pun mematuhinya, berusaha baca Ayat Kursyi dengan baik dan benar. 

"Ulangi!"
Aku mematuhi suara tanpa wujud tersebut.
Agaknya bacaanku masih dianggap salah.
"Ulangi! Ulangi! Ulangi!"
Ya Allah, entah berapa kali. Betapa melelahkan!

Saat aku merasa ingin menyerah, seketika teringat Mahad Askar Kauny. Benar, pikirku, Mahad Askar Kauny dan Ustad Bobby Herwibowo serta anak anak santrinya: niscaya bisa membantuku.

Maka, terjadilah perjalanan mencari Mahad Askar Kauny. Kucari kendaraan menuju Cijulang, Cinere, Depok, Cibinong, Cikarang, tetapi tak ada kendaraannya.

Aku pun berjalan kaki entah ke mana saja. Jumpa dengan sosok-sosok Ulama kondang: Habibana, Habib Bahar Smith, UAS yang pernah kirim doa saat operasi lumbar tahun yal.

Termasuk para Ustad Mahad Askar Kauny: UsBob, UsHil, almarhum Ustad Ahmad. Bahkan sosok Ustadah Maya pun tersenyum lembut kepadaku.

Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Ajaibnya justru terasa menyenangkan, nyaman dan damai. Hingga aku terbangun, kamar dibuka oleh Butet.

"Mama Mimpi buruk? Teriak-teriak minta tolong?" Menghampiriku dan memijiti kakiku dengan penuh kecemasan.
"Ya, Nak. Bukan Mimpi buruk.... Mama lagi cari Mahad Askar Kauny," sahutku berusaha bangun.

Wahai, UsBob, UsHil, Ummi Maya dan semua keluarga besar Mahad Askar Kauny. Betapa rindu Manini dengan kalian. Doakan Manini sehat dan kuat kembali. Agar kita bisa jumpa kembali. 
Maafkan telah lama Manini tak singgah dan menyapa santri Mahad Askar Kauny. Karena heboh diserang berbagai komplikasi.

Al Fatihah.
Bersambung 



0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama